MAH.com – Tidak sia-sia datang jauh-jauh dari Tasikmalaya Jawa Barat untuk mengikuti Kejurnas PPAI National Championship di Sidoarjo Jawa Timur (16/2/2020), meskipun hanya membawa 2 amunisi T2 Chicken Fighter sukses mengantarkan kedua jagoanya untuk meraih juara Eksibisi dan Gladiator. Tentu keberhasilan ini bukan tanpa pertimbangan, karena T2 yakin dengan kemampuan andalanya untuk bisa mengalahkan lawan-lawanya, mengingat sebelumnya memiliki rekor yang patut diperhitungkan.

Di katagori Gladiator kelas 3,4 kg Merak mampu menumbangkan andalan Komando dengan TKO di ronde ke 4, ini menambha prestasi sebelumnya yang sudah 2 kali menang di kontes dan 2 kali juga win di pro. Bahkan prestasi yang patut dibanggakan saat meraih kemenangan perdana di area kontes di kelas eksibisi mampu menumbangkan lawanya dari trah Pluker HC.

Merak dan Cakra sukses menyumbangkan tropi buat T2 Tasik

Diakui Aceng Ulumudin koordinator lapangan T2 Tasik, Merak sebenarya ayam yang tidak diperhitungkan, bahkan tidak laku dijual dan beberapa kali terkena PHP, tetapi karena memiliki pukulan yang dinilai bagus akhirnya dirawat. “Begitu kali pertama kali turun di eksibisi ternyata mampu memukul TKO lawanya di ronde 3,” ujar pemilik farm BBC Tasikmalaya.

Sementara Cakra yang diturunkan di katagori Eksibisi kelas 3 kg juga mampu menumbangkan lawannya dengan TKO pada ronde 3, keberhasilan ini menambah prestasi yang sebelumnya sudah mengantongi kemenangan di Rambel Alexa, win eksibisi kontes di Bandung dengan TKO dan 4 kali menang di arena pro.

Cakra usai melakukan pertarungan

Cakra menjadi salah satu jago andalan Sangsang pemilik CBF Tangerang, yang juga menejer T2 Chicken Fighter Tasikmalaya. T2 merupakan gabungan dari 2 farm yaitu BBC dan CBF saat turun ke arena kontes. “Karena jika ada kolaborasi tentu dapat meringankan pembiayaan ke arena apalagi jarajnya jauh seperti ke Sidoarjo, karena tidak sedikit biaya untuk hadir ke sebuah acara mulai dari pendaftaran hingga transportasi dan lain sebagainya, sekaligus mempererat persaudaraan,” ujar Aceng.

T2 Chicken Fighter tentu bangga dengan prestasi Merak dan Cakra, karena keduanya merupakan hasil ternakan sendiri F1, karena tidak dipungkiri jika pacek (pejantan) dan biangnya (induk) masih impor. “Tetapi lahirnya di kandang kami jadi kami patut bersyukur dan bangga dengan hasil ternakan sendiri, untuk itu kedepan kami juga tetap prioritaskan turun dengan memakai andalan dari kandang sendiri,” papar Aceng.

T2 Tasik berhasil bawa 2 tropi Gladiator dan Eksibisi

Apalagi selama ini juga tidak ada rawatan khusus yang istimewa, semua dilakuan seperti rawaratan ayam aduan pada umumnya. Menurut Aceng, pagi sarapan plus gula asem, lalu mandi dan jemur setelah itu dibiarkan kipu (mandi tanah), lalu sore sparing dengan jalu dan paruh dibungkus sekitar 10 menit, lalu dikasih makan plus jamu dan vitamin dan istirahat, begitu juga hari hari berikutnya. “Untuk jamu T2 CF menggunakan produk sendiri yaitu Thai Beurit dan suplemen cukup memakai vitamin C dan B12,” bebernya. (joo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here