MAH.com – Boleh dibilang di kalangan kontes masih baru namun sebelumnya kiprahnya di pro cukup lama tidak kurang dari 13 tahun hobi ayam ini digeluti Achmad Iqbal pemilik Fast Dragon FC Surabaya. Bahkan saat mengikuti kontes tingkat nasional yang digelar Paguyuban Penggemar Ayam Indonesia di Sidoarjo (16/2/2020) di kelas Tim Premium 2 dari 3 jagoanya yang diturunkan justru andalanya di pro, sehingga sukses mengantarkan tim yang bermarkas di Simo Katrungan Kidul itu meraih juara I.

Begitu undian untuk menentukan urutan berat ayam yang dipertandinkan di penyisihan, semi final dan final sudah dilakukan Iqbal merasa senang karena justru yang bertarung di babak awal merupakan ayam ayam yang memang diandalkan dan memiliki cadangan yang cukup, justru yang di babak final meskipun kualitasnya tidak diragukan tetapi pengalaman bertanding belum punya selain usianya juga masih terlalu muda.

Chivas lolos babak penyisian membuka jalan Fast Dragon ke babak berikutnya

Babak penyisihan yang memainkan berat 3 kg Fast Dragon menurunkan Chivas, merupakan trah Mangon yang telah mempunyai prestasi cukup membanggakan 11 kali win di pro dan 1 kali menang di arena kontes, apalagi kini kondisinya cukup matang sudah sekali ganti bulu (baca : mabung). Tidak heran saat menghadapi Montok jagoan Bangkok Ninja Farm (BNF) Bandung mampu dipukul KO pada ronde ke 3, sehingga menambah prestasinya menjadi 2 kali juara di kontes.

Mitos mampu memukul TKO lawanya

Di babak semi final Fast Dragon tidak ragu menurunkan Mitos (3,1 kg) trah Mangon yang telah mengantongi 14 kemenangan di pro dan baru sekali turun di kontes, meskipun usianya boleh dibilang muda karena belum ganti bulu, akhirnya mampu memukul TKO Scoobydoo andalan Predator Probolinggo di ronde ke 3. Diakui Iqbal andalan Predator merupakan lawan terberatnya, karena selama ini Mitos memiliki kelebihan pukul leher dan semua lawanya tidak berdaya setelah dipukul telak.

Jenggo penentu kemenangan di babak Final

Satu satunya andalan yang tidak memiliki cadangan adalah berat 2,8 kg yaitu Jenggo jenis Mangon yang baru berumur 8 bulan, selain itu juga baru kali pertama turun arena bahkan kondisinya baru 80%, tetapi karena melihat bakat dan kemampuanya yang sudah dinilai layak akhirnya tetap diturunkan dan mampu mengalahkan Kyton jagoan Joker Jakarta dengan angka di partai final.

Menurut Iqbal untuk mengadapi turnamen tingkat nasional ini dipersiapkan selama kurang lebi 1,5 bulan, bahkan untuk mengantisipasi segala kemungkinan juga tidak tanggung tanggung juga dipersiapkan 6 cadangan hanya saja semua cadangan untuk kelas 3 kg dan 3,2 kg, sementara 2,8 kg tidak memiliki cadangan karena memang tidak ada yang dinilai layak sebagai pasukan untuk kontes.

Tim Fast Dragon pesta kemenangan setelah juara

Dalam mempersiapkan ayam-ayam yang akan berlaga diakui Iqbal secara rutin seminggu sekali digebrak atau dilatih sparing 1-2 air, selain dilatih fisik tentu agar tetap memiliki stamina dan pembentukan badan yang bagus sehabis sparing selalu diberi banner plus dan suplemen atau vitamin lainya disamping ramuan herbal. Setelah menorekan prestasi yang cukup cemerlang banyak andalan Fast Dragon yang dipinang penghobi lain, termasuk Chivas bahkan ada yang berani memberikan penawaran terbuka 15 juta, tentu saja nilai itu tidak cukup sehingga belum dilepas dan masih dipertahankan untuk amunisi menghadapi turnamen berikutnya.  (joo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here