MAH.com – Kualitas amunisi ayam hobi mulai merata ke berbagai daerah, tidak hanya dimonopoli daerah tertentu terutama kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Jogjakarta, Surabaya serta lainya, tetapi sudah merambah ke kota-kota kecil, terbukti Kudus yang selama ini dipercaturan ayam laga belum diperhitungkan tiba-tiba moncer dan langsung mendominasi perolehan juara Galatama Super di Sawung Arjuna Cup 8 (4/7)  di Water Blaster Semarang.

Tim samudra rooster, muria farm bergabung dalam papaji kudus

Dari 3 kelas Galatama Super yang dibuka yaitu 2,8 kg, 3 kg dan 32 kg, dua diantaranya disebet peserta dari Kudus yaitu kelas 3 Kg diraih Sasuke jagoan tim Paku dan kelas 3,2 kg direbut  Jangkar andalan Papaji Kudus. Galatama Super merupakan partai cukup bergengsi, karena diikuti 16 peserta untuk bisa juara harus melewati 4 lawan yang berbeda, dan itu telah dilakukan tim dari kudus.

Team Paku Kudus

Tentu prestasi ini cukup luar biasa Kudus sebagai kota kecil akhirnya bisa mendobrak partai yang biasa jadi rebutan tim tim elit untuk bisa meraih juara.  Sedangkan satu-satunya kelas Galatama Super yang tidak diraih peserta dari Kudus, hanya di kelas 2,8 Kg  yang diduduki Marques andalan dari Marina FC Semarang. Tetapi di Galatama Srikandi Kudus juga sempat menyumbangkan poin meskipun hanya sebagai runner up melalui Sazuko yang turun di poll B bobot 3 kg.

PCF Jepara bawa satu ekor menang

Sementara di kelas Galatama  Srikandi yang hanya diikuti 8 peserta setiap pollnya, tim Pasti Semarang mampu mengantarkan 3 jagoanya untuk menyebet juara yaitu di bobot 2.8 kg Petrik bisa menumbangkan lawan-lawanya mulai penyisihan hingga final, begitu juga Baby yang turun di berat 3,4 kg juga berhasil melewati lawan-lawanya dan keluar sebagai juara poll B, sedangkan satu-satunya yang berhasil masuk final di Galatama Super adalah Boncel, tetapi sayang harus mengakui keunghulan Sasuke dan harus duduk sebagai ranner up.

Gelaran kontes ayam laga bertajuk Sawung Arjuna Farm ini memang selalu ditunggu-tunggu peserta, bahkan secara rutin sudah digekar kedelapan kalinya, dan rata-rata pesertanya full sesuai target paniti. Bahkan untuk SAF Cup 8 menurut Rasyid selaku koordinatir lapangan, pendaftaran sebelum dibuka sudah banyak yang inden. Bahkan tidak sampai seminggu brosur diposting di medsos, langsung penuh.

JKF Pati bawa 1 juara

Memang gelaran yang diprakaesai Arjuna Farm hampir tidak memotong uang pendaftaran, 100% untuk hadiah, termasuk tropi dan piagam. Karena selama Sawung Arjuna Farm Cup digelar memang ada suport dari pemerintah, sehingga panitia lebih ringan menanggung beban. Kerjasama dengan pemerintah seperti yang dilakukan di Jawa Tengah inilah harusnya juga bisa ditularkan ke daerah lain.

Tentu jika pemerintah daerah mendukung kontes ayam laga sebagai aset wisata dan melestarikan budaya, tentu kegiatan kontes akan semakin ramai, dan ini akan membuka lapangan pekerjaan yang tidak keci, mulai produsen jamu dan obat-obatan, asesoris, kerajinan sangkar dan kebutuhan lainya sebagai mata rantai usaha yang cukup panjang.

BLF klaten

Semoga semakin banyaknya digelar kontes di bergai daerah, pemerintah mau membuka diri dan bisa memberi dukungan yang maksimal, seperti dilakukan di wilayah Jawa Tengah, terjadi hubungan yang harmonis antara penghobi dengan dinas Peternakan dan Dinas Pariwisata, sehingga agenda rutin yang dicanangkan Arjuna selalu sukses digelar. (lb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here