MAH.com – Prestasi yang patut diacungi jempol ditorekan LPG Cock  Fighter Semarang saat turun di Mini Kontes Komando 2020 (1/3) yang digelar Komando Pengprov Jateng. Dari 6 amunisi yang diturunkan 5 diantaranya mampu meraih prestasi, keempat jagoanya itu Brangus dan Chiky Chaiytong kelas 2,8 kg, Galeh 3,2 kg serta Saleho 3,4 kg, sedangkan Garong 2,8 Kg harus puas di posisi juara II, sementara hanya Tapuk yang gagal melaju di kelas 2,8 kg.

Menurut Suhar Adi Santoso ketua LPG Semarang, Brangus merupakan ayam mudah berbakat asli ternakan sendiri dari pejantan Wesi Aji yang cukup punya nama di arena kontes nasional termasuk pernah meraih juara di kontes PPAI Kenjeran Surabaya dan Pro di Big Stadium Semarang, ini trah Mangon yang disilangkan dengan betina klasik, salah satu hasilnya Brangus. “Bahkan saat turun perdana di Mini Kontes belum pernah gebrak (dicoba) 2 air, tetapi mampu mengatasi lawan lawanya,” ujar owner Sadis Rooster.

Bragus turun perdana langsung juara

Brangus yang turun di kelas Silver 2,8 kg di babak penyisihan mampu menyingkirkan Condro Mowo andalan Peka Jaman dengan selisih angka yang cukup fantastis 101 poin (197 : 96). Bahkan di babak final perolehan selisih angka Brangus lebih tinggi atas lawanya Banting jagoan Mister KN mencapai 107 poin (187 : 80), keberhasilan inilah yang mengantarkan Brangus dinobatkan sebagai juara I.

Sedangkan di berat yang sama 2,8 kg Chiky Chaiytong yang sudah pengalaman akhirnya diturunkan di kelas Gold, ayam andalan Legowo ini sebelumnya pernah merai juara I di kontes Pusaka sebanyak 2 kali dengan kemenangan TKO, sehingga kemenangan di Komando ini menambah prestasinya yang ketiga. Di babak penyisihan Chiky mampu membungkam Tolak Balak milik PPJSM dengan 192 : 184 poin, sementara babak final kembali menang angka 284 : 260 atas Ales andalan Patas.

Chiky Khaiytong sukses persembahkan piala gold

Galeh andalan Heru LPG pemilik sekaligus perawatnya, ini baru sekali juara di kontes Pusaka meskipun kemenangan yang diraih secara TKO, dengan pertimbangan yang belum terlalu pengalaman dan masih relatif muda tetap diturunkan di kelas Silver 3,2 kg, akhirnya prestasinya bertambah setelah lolos babak penyisian menumbangkan Setan milik Patas dengan skor 157 : 109 dan berhasil mengalakan Karwo jagoan Abbata dengan angka 179 : 127.   

Saleho berat 3,4 kg yang turun di kelas Silver merupakan ayam jenis Bangkok klasik yang memiliki pukulan depan yang cukup berat, bahkan juga sudah punya prestasi di kontes Pusaka. Menurut Adi pemilik Saleho, trah ayam ini cukup bagus bahkan saudaranya banyak menang di pro, salah satu saudaranya Yakuza juga suda 2 kali juara I di kontes dan menang pro hanya 8 menit.

Galeh sukses ditangan dingin Heru LPG

Tidak heran Saleho saat turun di Mini Kontes Komando mampu membuat lawanya tidak mampu mengejar pukulan pukulan yang disarangkan, di babak penyisihan meninggalkan Gaselo milik BCRF dengan selisih angka 23 poin (138 : 115), di partai final unggul 103 : 83 atas Black jagoan Pusaka, sehingga dinyatakan menang dan berhak membawa pulang tropi kejuaraan.

Saleho turun menyumbang kemenangan LPG

Satu satunya andalan LPG yang gagal di babak final adalah Garong yang turun di kelas Silver 2,8 kg, setelah dibungkam Necis Papaji Boyolali di babak final 209 : 254 poin dan harus puas sebagai juara II, sebelumnya di babak penyisihan mampu mengatasi Virus andalan Patas dengan kemenangan angka 145 : 50. Sedangkan Tapuk yang turun di kelas Gold 2,8 kg sejak penyisihan sudah tersingkir setelah dihadang Bejo andalan Geng Retak dengan skor 114 : 142. (joo)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here